Mataku melotot tidak percaya, kaget mendengar permintaannya.Tapi jujur saja, siapa juga yang mau menolak? Jangankan diminta, dari tadi pun aku sudah gatal ingin mencicipi bibirnya. Rasanya pasti ulala maknyos!"Oke," jawabku cepat, tidak mau membuang kesempatan.Saat aku mulai mendekatkan wajah, Karina langsung memejamkan matanya, menunggu bibirku mendarat di sana. Jarak kami makin terkikis, hanya tersisa beberapa senti lagi. Aku pun ikut menutup mata, bersiap merasakan kelembutan bibir gadis itu.Tapi…Begitu bibirku menyentuh "target", aku mengernyit bingung. Bukannya menyesap rasa manis dari bibir ranum Karina, aku malah merasakan sesuatu yang pahit, basah, dan tercium seperti bau amis sisa makanan.‘Lah, apaan ini cok?’ batinku. Aku pun langsung membuka mataku kembali.Di depanku, Mbak Masha sudah berdiri dengan wajah galaknya. Dan yang barusan kucium dengan penuh perasaan adalah sebuah spons cuci piring yang sengaja dia sodorkan ke mulutku!"Heh?! M-Mbak Masha?!" pekikku kaget s
Last Updated : 2026-05-11 Read more