Aku tersentak, buru-buru membuang muka agar dia tidak menyadari arah pandanganku."Eh, enggak. Itu... si Jeno kayaknya sayang banget ya sama kamu, betah banget nempel di situ," jawabku sambil berusaha memasang wajah sedatar mungkin, padahal dalam hati masih sibuk membayangkan nyamannya jadi si Jeno.Novaria tersenyum tipis, tangannya yang mungil mengelus bulu-bulu lebat Jeno dengan penuh kasih sayang. "Iya, Jeno emang manja banget, Mas. Dia nggak mau lepas dari tadi."Kucing sialan— eh maksudku, si Jeno— itu malah mengeluarkan suara meoww yang manja, seolah sengaja memamerkan posisinya yang sangat strategis itu di depanku. Kepalanya bergeser, makin tenggelam di antara lekukan dada Novaria.Tidak hanya itu, si Jeno kembali bergerak. Kali ini dia menyusup ke arah ketiak mulus Novaria yang terbuka, seolah sedang asik menghirup aromanya.‘Duh, pasti wangi banget itu. Asem-asem sedap,’ pikirku melantur.Sialan banget nih k
Last Updated : 2026-05-16 Read more