“Siapa?” Tiba-tiba saja Stevi tersenyum lebar, kemudian mendekatkan diri pada Raka yang duduk di sebelahnya. “Aku yang sudah menabrak Kak Mia hingga tewas,” bisik Stevi, kemudian dia menaruh jari telunjuknya di bibir, dan terdengarlah suara desisan dari mulutnya. “Jangan bilang siapa-siapa. Ini rahasia. Papa bilang, tidak ada yang boleh tahu soal ini,” racaunya. Usai mendengar itu, raut wajah langsung berubah menjadi suram. ”Kalau benar kamu yang sudah melenyapkan nyawa Mia, lalu bagaimana bisa Kiran menjadi tersangka pada kecelakaan 4 tahun lalu?” Stevi memejamkan mata sejenak, menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian berkata, “Karena memang Kiran yang pertama kali menabrak Kak Mia,” jawab Stevi lirih sambil tersenyum seperti orang bodoh. “Maksudmu?” Dalam kondisi setengah sadar, Stevi menjawab, “Kiran menabrak mobil Kak Mia dari belakang hingga bergeser beberapa meter, kemudian aku yang menabrak mobilnya hingga terpental jauh di pinggir jalan.” “Jadi, maksudmu
Leer más