Kiran langsung bangun dari tidurnya begitu air membasahi wajahnya. Dia mengusap wajahnya dengan cepat, lalu menatap Raka yang sedang berdiri di samping ranjangnya. "Sudah saatnya bangun. Kamu bukan lagi tuan putri sekarang. Cepat bersihkan tubuhmu, aku tunggu di ruang makan." Setelah Raka pergi, Bi Rum menghampiri Kiran dengan wajah iba. Ketika melihat wajah pucatnya, Bi Rum langsung bertanya dengan lembut, "Non Kiran, sakit?" Kiran menggeleng. "Tidak, Bi." Merasa ragu dengan jawaban Kiran, Bi Rum menempelkan tangan di dahinya. Matanya membelalak ketika merasakan suhu di tubuh Kiran sangat panas. "Non Kiran, demam. Biar Bibi bilang sama Den Raka dulu." Ketika Bi Rum akan pergi, Kiran menahan lengannya. "Jangan, Bi. Kiran cuma demam biasa. Nanti juga sembuh habis minum obat." Dengan hati-hati, Kiran turun dari ranjang dibantu oleh Bi Rum. "Kiran mandi dulu, Bi." Setelah selesai mandi, Kiran pergi ke ruangan makan, di mana Raka sedang berada. "Bi Rum, hari ini biar Kiran
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-05-26 อ่านเพิ่มเติม