Aleska mulai terbangun, dia merasa tangannya berat. Ternyata ketika tangannya masih di genggam oleh Gaharu. Merasakan ada pergerakan, tidur Gaharu juga terusik. Dia mulak membuka matanya, dan langsung memeluk Aleska ketika melihat Aleska sudah sadar. "Sayang, akhirnya kau bangun juga." Aleska masih mencerna kembali apa yang terjadi padanya. Lalu matanya membola saat ingat jika kedua orang tuanya sedang di operasi. "Om, Mommy dan Daddy, mereka bagaimana?" tanya Aleska panik. Ia ingin turun dari ranjang tapi tangan Gaharu menahannya. "Sayang, tenang. Jangan langsung bangun begini. Tubuhmu masih lemah." "Tapi aku mau lihat mereka, Om Aru jangan begini atau aku marah. Minggir!" Nada bicara Aleska terdengar meninggi, membuat Gaharu menekan kuat pundak Aleska. "Aleska, dengarkan aku. Kau masih lemah, kau juga butuh istirahat." "Tidak, minggir. Jangan halangi aku. Jangan membuatku marah!" teriak Aleska keras. "Aku juga bisa marah kalau sampai kau dan bayi k
Read more