Om Duda, Nikah Yuk!

Om Duda, Nikah Yuk!

last updateLast Updated : 2026-06-01
By:  SangkarachanOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Kau tak takut jika Aleska tahu kita selingkuh di belakangnya?" "Biarkan saja, dia bahkan tak mau menyenangkan ku seperti mu." Tangan Aleska yang ingin membuka pintu kamar apartemen itu menggantung di udara. Aleska hapal sekali dengan dua suara yang sedang bermesraan di dalam kamar itu. "Jadi mereka mengkhianati ku? Sejak kapan mereka melakukannya?" Tubuh Aleska gemetar, dia melangkah mundur dengan pelan dan berlari keluar dari apartemen itu. Seorang laki laki, yang tak sengaja melintas di lorong apartemen mengerutkan keningnya ketika mengenali Aleska yang berlari sambil menangis. Gaharu Jagara Arkadewa, meminta asistennya memeriksa apa yang terjadi dengan Aleska barusan. "Aleska menangis? Apa dia melihat sesuatu?" # "Om maukah menikahiku? Aku akan jadi istri penurut dan tak akan membuat Om malu. Aku janji akan jadi perempuan yang mengikuti semua kemauan om." Gaharu, terkejut tapi dia menyeringai ke arah Aleska yang tiba tiba menawarkan diri kepadanya. "Kau tahu, saat kau masuk ke kehidupan ku, kau tak akan bisa keluar lagi bagaimana pun caranya!" Detik berikutnya, mata Gaharu membola ketika benda kenyal milik Aleska menempel pada bibirnya. # Apa yang akan terjadi pada mereka berdua selanjutnya? Dan apa yang akan di lakukan Aleska pada dua orang yang sudah mengkhianati nya? Lalu apakah keputusan Aleska selanjutnya bersama Gaharu bisa membuatnya bahagia? follow IG : Sangkarachan

View More

Chapter 1

Bab 1

"Ahhh .... sayang..... "

"Kenapa hemm? Kau menikmatinya?"

"Iya..... ah...... tapi.... apa kau tak takut jika Aleska tahu apa yang kita lakukan?"

"Kenapa harus takut, dia hanya gadis yatim piatu yang polos."

Tangan seseorang yang baru saja disebut itu menggantung di udara. Dadanya terasa sesak mendengar percakapan dua orang yang ada di dalamnya.

Aleska Renavie Maheswari, sangat mengenal dua orang yang ada di dalam kamar apartemen miliknya.

Pasokan udara di sekitarnya seakan menipis ketika melihat apa yang terjadi di kamar itu. Dua orang yang dekat dengannya tanpa busana dan sedang melakukan hal yang selama ini Aleska tolak.

Dengan tangan gemetar, Aleska mengeluarkan ponsel miliknya lalu menekan tombol rekam. Meskipun sambil menahan tangis, Aleska tetap melakukan nya.

Setelah di rasa dia cukup mendapat bukti, dia pergi dari sana.

"Sejak kapan mereka bersama? Kenapa aku tak tahu jika mereka berdua mengkhianati ku?" gumam Aleska pelan.

Sambil berlari keluar dari apartemen, air mata Aleska tak kunjung mau berhenti dan malah semakin mengalir deras mengingat semua momen kebersamaan mereka bertiga.

Luke dan Asila, kekasihnya selama tiga tahun ini dan juga Asila orang yang sudah di anggap nya keluarga. Bahkan beberapa kebutuhan Asila juga Aleska yang memenuhi karena Asila selalu bilang tak mempunyai uang.

"Sialan kalian berdua, aku sudah sering membantu kalian tapi kalian menjadi manusia tak tahu diri."

Aleska menangis di dalam mobilnya meratapi semua yang dia alami.

Sementara itu, sejak Aleska berlari keluar dari dalam apartemennya seorang laki laki juga melihatnya penasaran.

"Kenapa dia menangis? Apa yang terjadi disana?" gumamnya.

"Perlu ku cari tahu tuan?" tanya sng asisten.

Gaharu Jagara Arkadewa langsung mengangguk yakin. Dia meminta asistennya untuk memeriksa.

Sedangkan dia kembali turun ke basement untuk mencari Aleska.

Saat Gaharu tiba di basement, dia melihat mobil Aleska disana. Nampak dari tempatnya berdiri, Aleska sedang meletakkan kepalanya di setir mobilnya.

"Dia menangis? Kenapa? Apa dia bertengkar dengan kekasihnya itu?" gumam Gaharu.

Tak lama ponsel Gaharu bergetar, ada pesan masuk dari asistennya yang dia suruh mencari tahu apa yang terjadi.

Matanya membola ketika melihat isi pesan itu. Tanpa sadar Gaharu mencengkeram erat ponsel miliknya.

Di dalam pesan singkat itu ada video Luke dan Asila sedang memadu kasih. Tak hanya itu yang membuat Gaharu marah. Kata kata yang terekam disana membuatnya jijik pada dua manusia itu.

Tapi dia tak akan bertindak sekarang.

"Selidiki semuanya, dan aku mau semua info itu ada di mejaku besok pagi."

Gaharu mengirim pesan singkat pada assisten nya. Sedangkan kaki Gaharu bergerak melangkah ke mobil Aleska tanpa sadar. Tapi saat Gaharu sadar dia melewati mobil itu begitu saja.

"Hampir saja, tak mungkin aku tiba tiba datang sebagai pahlawan. Harusnya aku tetap pura pura tak tahu apa yang terjadi padanya."

Gaharu masih mengawasi mobil Aleska yang terparkir disana. Tapi kemudian, mobil Aleska meninggalkan basement apartemen.

"Awasi mobil Aleska, jaga dia kemanapun dia pergi. Laporkan semua kegiatannya kepadaku."

Gaharu menghubungi anak buahnya untuk mengikuti mobil Aleska. Dia tak mah Aleska kenapa Napa di jalan.

Setelah itu Gaharu juga ikut pergi dari sana bersama sang Asisten yang baru saja kembali.

"Kembali ke kantor, urusan ini nanti saja."

#

Selama dalam perjalanan Aleska sudah menguatkan dirinya agar tak berlarut dalam kesedihannya.

Dia sudah bertekad untuk membalas kedua orang yang sudah mengkhianati nya. Beruntung selama ini, Aleska tak membuka identitas dirinya. Jadi Like dan Asila hanya tahu jika dia pemilik florist dan anak yatim piatu. Setiap kali Luke dan Asila membahas keluarganya, Aleska selalu menjelaskan secara abu abu.

"Tak akan aku biarkan kalian menikmati semua hartaku. Enak sekali kalian, tak pernah bekerja malah memakai semua uangku."

Setelahnya, Aleska menghubungi seseorang yang selalu dia percaya.

"Blokir semua kartu yang di bawa Luke dan juga Asila. Blokir semua akses mereka ke semua tempat yang biasa mereka datangi. Jika mereka bertindak seenaknya, laporkan kepada polisi."

Aleska tersenyum masam mengingat jika dia menjaga semuanya agar bisa memberikannya pada Luke ketika menikah nanti tetapi Luke malah membuat harga dirinya terhina dengan melakukan hal itu dengan Asila.

"Huft, pasti mommy sama Daddy ngetawain aku setelah ini. Sebelumnya di jodohin juga tak mau."

Setelah itu Aleska melajukan mobilnya menuju kediaman utama. Ketika dia sampai disana, Aleska mengerutkan keningnya bingung karena ada beberapa mobil yang terparkir rapi di halaman rumahnya.

"Loh, Daddy punya acara ya? Kok aku tak tahu?" gumam Aleska.

Dia masuk ke rumah dengan tatapan yang kebingungan. Terlebih ternyata di dalam rumah ada beberapa orang yang menunggunya.

"Nah, ini anak nakalnya baru saja pulang." celetuk sang mommy.

Aleska semakin kebingungan ketika tangannya langsung di tarin oleh sang mommy. Lalu tak sengaja tatapan matanya bertubrukan dengan mata seseorang.

"Om Aru...."

Gaharu yang sangat peka dengan sekelilingnya langsung melihat Aleska dengan mata elangnya. Perbedaan umur mereka yang mencolok membuat Aleska selalu memanggil Gaharu dengan sebutan Om. Dan Gaharu pun tak pernah menolaknya sama sekali.

Tatapan elang itu membuat Aleska tak bisa berpikir jernih.

Dia meremas gaun yang di pakainya dan juga menggigit bibirnya seolah apa yang akan dia katakan adalah keputusan yang besar untuk hidupnya.

"Om Aru, mau kah menikahiku? Aku janji akan jadi istri penurut dan tak akan pernah macam macam. Aku juga janji aku tak akan menyusahkan Om Aru. Yang penting om mau menikahiku."

Byur....

Kael langsung menyemburkan kopi yang baru di minumnya. Dia menatap tak percaya pada putrinya yang tiba tiba meminta Gaharu untuk menikahinya. Sementara yang lain sontak melongo.

Gaharu yang sempat terkejut pun tersenyum samar. Dia tahu betul alasan Aleska mengatakan itu semua dan itu tak masalah baginya.

"Kau yakin ingin aku menikahimu? Pernikahan bukan untuk permainan Aleska. Sekali kau masuk ke keluarga ku, kau tak akan bisa lepas begitu saja."

Suara bariton yang dingin menusuk indera telinga Aleska. Terlebih tatapan elang itu seperti sudah mendapatkan mangsanya.

Plak....

"Aru jangan menakutinya, lagi pula kita datang kesini memang untuk melamarnya. Kenapa kau kaku sekali seperti papimu."

"Hah? Bagaimana maksudnya? Melamar?"

Tiba tiba otak Aleska kosong, apa yang tak di ketahuinya saat ini. Lalu melihat ke arah Mommynya yang sudah tersenyum lebar.

Aleska menutup wajahnya kedua tangannya karena malu. Lalu dia berlalu keluar ke taman belakang.

Gaharu yang melihat itu pun tersenyum tipis.

"Biar aku yang menyusulnya."

Tanpa menunggu jawaban para orang tua, Gaharu sudah beranjak ke taman belakang menyusul Aleska.

"Dia lebih menggemaskan ternyata."

to be continued

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status