LOGIN"Kau tak takut jika Aleska tahu kita selingkuh di belakangnya?" "Biarkan saja, dia bahkan tak mau menyenangkan ku seperti mu." Tangan Aleska yang ingin membuka pintu kamar apartemen itu menggantung di udara. Aleska hapal sekali dengan dua suara yang sedang bermesraan di dalam kamar itu. "Jadi mereka mengkhianati ku? Sejak kapan mereka melakukannya?" Tubuh Aleska gemetar, dia melangkah mundur dengan pelan dan berlari keluar dari apartemen itu. Seorang laki laki, yang tak sengaja melintas di lorong apartemen mengerutkan keningnya ketika mengenali Aleska yang berlari sambil menangis. Gaharu Jagara Arkadewa, meminta asistennya memeriksa apa yang terjadi dengan Aleska barusan. "Aleska menangis? Apa dia melihat sesuatu?" # "Om maukah menikahiku? Aku akan jadi istri penurut dan tak akan membuat Om malu. Aku janji akan jadi perempuan yang mengikuti semua kemauan om." Gaharu, terkejut tapi dia menyeringai ke arah Aleska yang tiba tiba menawarkan diri kepadanya. "Kau tahu, saat kau masuk ke kehidupan ku, kau tak akan bisa keluar lagi bagaimana pun caranya!" Detik berikutnya, mata Gaharu membola ketika benda kenyal milik Aleska menempel pada bibirnya. # Apa yang akan terjadi pada mereka berdua selanjutnya? Dan apa yang akan di lakukan Aleska pada dua orang yang sudah mengkhianati nya? Lalu apakah keputusan Aleska selanjutnya bersama Gaharu bisa membuatnya bahagia? follow IG : Sangkarachan
View MoreHari-hari Gaharu dengan Aleska di lewati dengan penuh gebrakan. Terlebih karena Gaharu yang merasakan semua tentang kehamilan Aleska. Mual dan muntah setiap hari sampai Aleska hamil enam bulan. Ngidam yang aneh-aneh dan membuat Gerald serta kedua orang tua mereka kelimpungan. "Om, hari ini harus periksa kandungan untuk yang terakhir sebelum persalinan. Jangan sampai telat." Gaharu yang tengah bersiap ke kantor menghentikan gerakannya. Ia mengingat ada agenda apa hari ini. "Sepertinya tak ada yang terlalu penting di kantor. Aku bisa pulang cepat nanti." Aleska mengangguk, dia lalu menyiapkan keperluan suaminya untuk segera berangkat. Kandungan Aleska sudah menginjak sembilan bulan dan beberapa hari terakhir Aleska juga sudah merasakan kontraksi palsunya. Hanya saja ia tak memberitahu Gaharu saat itu. Aleska mengerutkan keningnya ketika merasa perutnya kembali tak nyaman. "Sshh ....." Gaharu yang sedang memakai dasinya awalnya tak mendengar Aleska yang mulai
Beberapa hari berlalu ketika Aleska di nyatakan sudah pulih dan bisa pulang. Kandungan Aleska juga di nyatakan baik-baik saja saat ini. Sementara orang tua Aleska harus menjalani terapi sampai sembuh. Aleska tak bisa mendampingi mengingat ia juga masih rentan kehamilannya. "Sayang, pagi ini mau makan apa?" "Om Aru mau apa?" Aleska paham jika Gaharu sudah bertanya seperti itu pasti Gaharu tengah menginginkan sesuatu. "Mau gulai kambing, Sayang." Aleska mengerjap, ini baru pertama Gaharu meminta makanan itu. Selama mereka menikah tak pernah ada list makanan kambing di dalam menu mereka. "Gulai kambing? Yakin?" Gaharu langsung mengangguk dengan mata yang berbinar. "Bukannya Om Aru tidak suka baunya?" Gaharu menunduk, benar apa yang di katakan Aleska tapi saat ini ia ingin sekali makan itu. "Baiklah, kita makan gulai kambing kalau begitu. Ada yang lainnya?" Gaharu yang mendengar itu matanya langsung berbinar. "Benar kah?" Aleska mengangguk, melihat
Saat pagi tiba, Aleska mendengar suara Gaharu di kamar mandi. "Om...." panggil Aleska pelan. Gaharu keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan pucat. "Om kenapa?" Gaharu lemas, sejak tadi pagi bangun ia sudah berkali-kali ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. "Sayang, bisa panggil Mama sebentar? Rasanya tak enak." Aleska menelpon Mama mertuanya, untuk datang ke ruangannya. Aleska tak tega melihat keadaan Gaharu saat ini. Norah datang dengan tergesa-gesa begitu juga dengan Gery. "Astaga, kau kenapa Aru?" Gaharu menggeleng, lalu Norah membantu Gaharu untuk berbaring sementara Gery memanggil dokter untuk memeriksa Gaharu. "Sayang, ini sejak kapan suamimu seperti ini?" Aleska mengingat sejak kapan Gaharu seperti itu. "Tadi pagi Ma, tiba-tiba mual begitu. Belum sarapan dan baru mau mandi." Norah mengangguk, sepertinya Norah tahu penyebabnya apa."Mama, itu suami Aleska kenapa?"Aleska bingung sekaligus khawatir. Ia sendiri belum sembuh jangan sampai
Gaharu baru saja masuk ke dalam kamar rawat Aleska, ia melihat istrinya terlelap karena memang hari sudah larut. Aleska yang merasa ada orang masuk ke dalam kamarnya, perlahan membuka matanya. "Om...." Gaharu yang baru saja ingin masuk ke dalam kamar mandi berhenti. "Kenapa bangun, hmm?" Akhirnya Gaharu mendekat ke arah ranjang Aleska, membantu Aleska untuk duduk dengan nyaman. "Lelah?" Bukannya menjawab pertanyaan Gaharu, tapi Aleska malah balik bertanya pada suaminya itu. "Sedikit, tapi aku lega satu persatu masalah di perusahan Daddy selesai. Besok aku akan mengadakan perlombaan besar di sana, jadi mungkin aku juga akan sedikit sibuk di sana." Aleska mengangguk mengerti, ia bersyukur jika semuanya selesai dengan baik. Namun Aleska kasihan melihat suaminya yang terlihat kelelahan seperti ini. "Kenapa lihatnya begitu?" Aleska menggeleng, ia membuka lebar kedua tangannya untuk memeluk Gaharu. Gaharu yang melihat itu tersenyum, lalu ia mendekat ke ar
Gaharu yang mendengar teriakan Aleska menepuk keningnya. Dia lupa jika dia belum mengenakan pakaiannya setelah mandi. ( "Maaf sayang, aku baru selesai mandi. Tunggu sebentar, aku pakai baju dulu." ) Pipi Aleska menjadi panas karena panggilan Gaharu kepadanya. Dia belum terbiasa dengan itu, ras
Asila yang mendengar penuturan petugas keamanan itu membelalakan matanya. Bagaimana bisa Aleska mengatakan jika dia tak kenal dengan Asila. Mereka bersahabat cukup lama. "Itu tak mungkin, dia sahabat ku. Jadi, biarkan aku masuk." Asila memaksa ingin menerobos masuk ke dalam tapi petugas keama
Asila mengamuk ketika mendengar semua jawaban dari Aleska. Dia lalu menghubungi Luke kembali tapi sampai malam tiba Luke pun masih tak bisa di hubungi. Sedangkan di sisi lain, Luke sudah mengerang frustasi karena pekerjaan nya terlalu banyak dan masih saja salah. "Kenapa tak selesai juga, aku
Asila berusaha menelfon Aleska tapi tak kunjung mendapatkan jawaban. Di salon itu, dia sudah menjadi bahan tontonan banyak orang. "Bagaimana nona? Bisakah segera dibayarkan? Antriannya sudah panjang." Kasir itu kembali bertanya pada Asila dengan wajah yang ramah. Tanpa Asila tahu jika semua k






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews