Di lantai bawah, semuanya sudah siap. Mereka menunggu Gaharu dan juga Aleska yang belum turun sejak setengah jam yang lalu. "Wah, pengantin baru. Benar-benar membuat semua orang menunggu." celetuk Gerald. Duk.... "Nanti kau juga akan begitu. Betah sekali di dalam kamar tak ingin keluar." sahut Gery. Gerald langsung meringis. Tak lama, Gaharu dan Aleska turun dari lantai atas. Aleska yang awalnya hanya berpikir jika pesta itu akan biasa saja seperti makan malam biasa sempat tertegun. Di bawah sana semua keluarganya terlihat berkumpul, tak hanya itu saja. Semua karyawan toko roti nya juga ada di sana menatap Aleska dengan senyum lebar mereka. "Om siapin ini semua buat aku?" "Iya sayang, mau buat kejutan tapi aku nya tak pernah bisa tahan kalau sudah berduaan. Jadi aku kalap, mengurung mu di kamar." Gaharu sedikit meringis karena dia mengingat bagaimana sejak tadi pagi dia meminta jatah terus menerus pada Aleska. "Kan Om yang nakal, aku cuma melakukan kewajiban k
Read more