Tubuh Gaharu membeku mendengar itu, lalu Aleska yang melihat Gaharu terdiam pun tersenyum lebar. Cup.... "Kenapa bengong? Aku mau Om Aru kan wajar, masak tidak boleh? kecuali aku mau sama Om Gerald kan jadinya tidak wajar." Gaharu menarik napas panjang lalu menghembuskan nya perlahan. Dia menarik pinggang Aleska dan memeluknya erat. "Sayang, kenapa suka sekali menggodaku hmm? Apa yang semalam masih kurang?" Tangan Gaharu membelai pipi Aleska, yang membuat Aleska tersenyum manis. "Memang Om Aru tak kurang? Bukannya biasanya Om Aru yang paling semangat?" Gaharu yang gemas pada istrinya, mencubit pipi Aleska. "Jangan menggoda ku sayang, atau kita tak jadi sarapan. Jadi sekarang tunggu di meja makan, sarapan mu akan segera siap." Aleska mengangguk, dia melepaskan pelukannya pada Gaharu. Patuh pada Gaharu, dan berjalan ke meja makan. Dia menunggu Gaharu, dengan kedua tangannya menyangga wajahnya. Memperhatikan Gaharu yang tengah memasak sarapan untuknya saat ini.
Read more