Sisa-sisa kehangatan semalam masih tertinggal pekat di dalam kamar utama. Di bawah selimut sutra yang tebal, Kiya menggeliat pelan, merasakan sepasang lengan kokoh yang mengunci pinggangnya dengan begitu posesif. Begitu ia membuka mata, wajah tampan Kenzo sudah berada hanya beberapa sentimeter dari wajahnya, menatapnya dengan binar mata yang tidak lagi sedingin es, melainkan dipenuhi pendar gairah yang matang."Kau tidur nyenyak, Ratuku?" bisik Kenzo parau, suaranya yang khas bangun tidur terdengar begitu seksi di telinga Kiya.Kiya menyunggingkan senyum tipisnya, jemari lentiknya bergerak nakal merayap di atas dada bidang Kenzo yang telanjang, sengaja mempermainkan anak rambut di sana. "Sangat nyenyak, Tuan Kulkas."Kenzo menyeringai tipis, sebuah ekspresi langka
Read more