Hujan badai seolah ingin menenggelamkan kota, tetapi Kiya tetap berjalan dengan dagu terangkat. Gaun emerald yang tadinya berkilau kini berat karena air. Ia tidak butuh cermin untuk tahu betapa berantakannya ia sekarang. Namun, bagi Kiya, kecantikan yang rapuh adalah senjata yang paling mematikan. Kiya berhenti di depan pintu baja hitam dengan logo singa perak yang dingin—The Black Vault, bar paling eksklusif milik keluarga Valerius."Maaf, Nona. Anda basah kuyup. Tempat ini memiliki standar pakaian," cegat seorang penjaga bertubuh raksasa di depan pintu.Kiya tidak mundur. Ia justru maju satu langkah, membiarkan rambutnya yang basah tersampir di bahu, memperlihatkan tatapan matanya yang tajam dan berani."Katakan pada Kenzo Valerius, wanita yang baru saja dirampok kerajaannya oleh Julian Cavendish ada di sini untuk menawarkan kesepakatan yang tidak bisa ia tolak," suara Kiya tenang, namun penuh penekanan.Penjaga itu ragu sejenak, tetapi melihat aura 'mahal' yang masih terpancar dar
Read more