Empat belas hari tersisa, dan mansion mewah Kenzo Valerius mulai terasa seperti sangkar emas yang dipenuhi bom waktu.Kiya menatap deretan botol obat kecil berlabel bahasa Jerman di atas meja riasnya. Suplemen penguat rahim, vitamin kesuburan, dan hormon. Setiap pagi, sebelum matahari sepenuhnya bangun, ia menelan semuanya dengan segelas air putih. Di cermin, ia melihat bayangannya sendiri—seorang wanita yang tampak luar biasa cantik di luar, namun menyimpan kecemasan yang menggerogoti jiwanya dari dalam.Satu bulan. Hanya satu bulan untuk membuktikan bahwa rahim ini belum mati."Kalau kau menatap botol-botol itu lebih lama lagi, mereka bisa pecah, Kiya."Suara bariton yang berat mengejutkannya. Kenzo bersandar di bingkai pintu kamar mandi, hanya mengenakan celana kain hitam longgar. Rambutnya yang sedikit basah jatuh di dahinya, memberikan kesan berantakan yang justru terlihat sangat jantan. Pria itu berjalan mendekat, langkahnya seringan predator, lalu berhenti tepat di belakang K
آخر تحديث : 2026-05-22 اقرأ المزيد