Gerbang besi menutup di belakang Kael dengan suara dentuman keras yang memekakkan telinga.BUMM!Kompleks industri itu langsung berubah sunyi senyap seketika. Terlalu sunyi untuk ukuran tempat penyanderaan yang krusial. Tidak ada suara deru mesin pabrik yang tersisa, tidak ada riuh suara manusia, dan tidak ada tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi oleh indra supernya.Hanya ada satu hal yang menguar pekat di udara malam yang basah ini. Aroma karat darah yang tajam, berbaur dengan silsilah aroma tubuh Adrian Voss yang memuakkan.Kael Donovan melangkah maju dengan tenang, menatap lurus ke arah sosok sahabat lamanya tersebut. Atau lebih tepatnya, apa pun yang kini tersisa dari dalam diri seorang Adrian setelah mengonsumsi serum kegelapan."Kau sendirian," desis Kael, menghentikan langkah sepatunya beberapa meter di depan Adrian.Adrian Voss menyipitkan matanya, mengulas sebaris senyuman tipis yang sarat akan kelicikan seorang miliarder."Aku sudah bilang padamu lewat telepon tadi, Kael. D
اقرأ المزيد