Aku Menghamili Istri Sahabatku

Aku Menghamili Istri Sahabatku

last update最終更新日 : 2026-05-26
作家:  fazaaたった今更新されました
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
評価が足りません
6チャプター
29ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Dark Romance

Dewasa

POV 1

Iblis

Mafia

Identitas Tersembunyi

Nikah Kontrak

Harem

Pengkhianatan

🔞 Novel dewasa 21+ Mengandung hubungan dewasa, kekerasan, rahasia gelap, dan konflik rumah tangga penuh obsesi Bagaimana jadinya jika seorang pria miskin bernama Kael Donovan mati dalam eksperimen vaksin virus mematikan… lalu bangkit kembali sebagai vampir dengan darah yang tidak lagi manusia? Saat hidupnya yang hancur membuatnya menerima peran sebagai “pengganti” dalam pernikahan orang lain, ia justru terjebak dalam rumah tangga yang seharusnya bukan miliknya—hingga batas antara kewajiban dan keinginan perlahan runtuh ketika ia jatuh pada sang nyonya dingin yang tak pernah boleh ia sentuh, sementara darah barunya mulai menuntut hal yang lebih berbahaya dari sekadar cinta: kelaparan yang tak bisa lagi ia kendalikan.

もっと見る

第1話

Bab 1: Kebangkitan Sang Monster

Bau formalin yang menyengat adalah hal pertama yang menyapu indra penciumannya. Dingin yang menusuk tulang terasa seolah-olah es telah menggantikan sumsum di dalam tubuhnya. Kael Donovan mencoba membuka kelopak matanya, namun terasa seberat timah.Di kegelapan itu, sebuah suara mekanis terdengar samar, berdenyut di dalam gendang telinganya yang kini seratus kali lebih sensitif.

 Deg. Deg.

Suara itu bukan berasal dari mesin. Itu adalah detak jantung seseorang di luar sana. Sangat lambat, namun terdengar seperti tabuhan genderang perang di kepala Kael.

 "Nomor subjek 09, Kael Donovan. Waktu kematian: 02.14 pagi. Penyebab: Gagal organ akibat reaksi penolakan serum Crimson-X."

 Suara seorang pria paruh baya terdengar dingin, disusul suara goresan pena di atas kertas. Kael merasakan tubuhnya terbaring di atas permukaan logam yang sangat dingin. Sebuah brankar mayat."Sayang sekali. Padahal dia adalah harapan terakhir untuk mendapatkan antibodi Crimson Fever. Bersihkan ruangannya, bawa dia ke krematorium sekarang," lanjut suara itu.

 Langkah kaki menjauh. Suasana hening sejenak, sebelum pintu geser terbuka dengan bunyi sret yang tajam. Seseorang mendekat, aroma tubuhnya—aroma darah yang mengalir di bawah kulit—tercium begitu kuat hingga membuat perut Kael melilit perih.Ini bukan lapar biasa. Ini adalah rasa haus yang membakar tenggorokan, seolah-olah ia baru saja menelan bara api.

 Aku... belum mati? batin Kael berteriak.

Tiba-tiba, sebuah tangan kasar menyentuh bahunya, hendak menarik kantong mayat yang membungkus tubuhnya.

 "Sial, kau berat sekali untuk pria miskin yang penyakitan," gerutu si petugas medis.

 Mata Kael terbuka seketika. Namun, penglihatannya tidak lagi normal. Dunia di depannya tampak berwarna merah darah, dengan urat-urat nadi di leher pria itu tampak berdenyut jelas, memanggil-manggilnya untuk datang mendekat.

 Sret!

 Tangan Kael bergerak lebih cepat dari kilat. Ia mencengkeram pergelangan tangan petugas itu hingga terdengar bunyi krak yang mengerikan. Tulang itu hancur dalam satu remasan.

 "Aaargh! Setan! Kau—!"

 Kalimat petugas itu terputus. Kael bangkit dari brankar dengan gerakan yang tidak manusiawi. Ia tidak duduk, ia seolah terlempar ke atas oleh kekuatan pegas yang dahsyat. Dengan geraman rendah yang keluar dari tenggorokannya, Kael menerjang.Ia membenamkan taringnya yang baru saja tumbuh tajam ke leher pria itu.

 Glek. Glek.

 Cairan hangat, kental, dan manis mengalir masuk ke tenggorokannya. Sensasi itu luar biasa. Setiap tegukan darah itu terasa seperti aliran listrik yang menghidupkan kembali sel-sel tubuhnya yang mati. Kael merasa otaknya meledak dalam kenikmatan yang gelap dan penuh hasrat.

"Mati... aku tidak boleh mati..." gumam Kael di sela-sela hisapannya.Ia tidak peduli pada rontaan pria di bawahnya yang perlahan melemah. Kael terus menghisap hingga tetes terakhir, hingga tubuh pria itu mengering seperti mumi di bawah kungkungannya.

 Setelah rasa haus itu sedikit mereda, Kael melepaskan gigitannya. Ia berdiri di tengah ruang mayat yang remang-remang. Darah berceceran di dagu dan kemeja rumah sakitnya yang compang-camping.

 Ia menoleh ke arah cermin perak di sudut ruangan. Di sana, ia melihat sosok asing. Matanya yang semula cokelat gelap kini bersinar merah menyala di kegelapan, pupilnya vertikal layaknya predator malam. Kulitnya pucat sepucat marmer, namun otot-otot di tubuhnya kini tampak lebih padat dan bertenaga.

 "Apa yang mereka lakukan padaku?" bisiknya, suaranya kini terdengar berat dan bergetar penuh ancaman.

 Tiba-tiba, suara tepuk tangan pelan terdengar dari ambang pintu yang terbuka. Kael berbalik dengan sigap, siap untuk membunuh lagi.

 "Luar biasa. Aku tidak menyangka investasi kecilku akan membuahkan hasil seindah ini."Seorang pria berdiri di sana. Mengenakan setelan jas custom-made berwarna abu-abu gelap yang sangat mahal. Rambutnya tersisir rapi, dan jam tangan emas melingkar di pergelangan tangannya.

 Adrian Voss. Sahabat lama Kael yang kini menjadi pengusaha paling berpengaruh di Arvendale.

 "Adrian?" Kael mendesis, menahan dorongan untuk menerkam pria di depannya"Apa yang kau lakukan di sini?"

Adrian melangkah masuk tanpa rasa takut sedikit pun, meskipun ia baru saja melihat Kael menghisap darah manusia hingga kering. Ia menutup pintu ruangan, menguncinya, lalu menatap mayat di lantai dengan jijik."Menyelamatkanmu, Kael. Dan memberimu tawaran yang tidak bisa kau tolak," ujar Adrian tenang.

 Kael tertawa sinis, menunjukkan taringnya yang masih berlumuran darah. "Menyelamatkanku? Aku menjadi monster karena eksperimen sialan ini! Ibuku... bagaimana dengan ibuku?"

 "Ibumu akan mendapatkan perawatan terbaik di dunia jika kau setuju bekerja denganku. Jika tidak... yah, kau tahu bagaimana hukum bagi monster yang membunuh manusia di CCTV rumah sakit ini, bukan?"

 Adrian menyodorkan sebuah tablet yang menampilkan rekaman Kael sedang memangsa petugas medis tadi.

 Kael mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya yang tajam menembus telapak tangannya sendiri. Namun, dalam hitungan detik, luka itu menutup tanpa bekas. Ia mulai menyadari bahwa dirinya bukan lagi manusia."Apa yang kau inginkan dariku, Adrian?" tanya Kael, mencoba menekan insting predatornya.

 Adrian mendekat, suaranya merendah menjadi bisikan yang penuh intrik. "Aku mandul, Kael. Sebuah kutukan genetik yang tidak bisa disembuhkan bahkan oleh uang miliaran dolar. Tapi keluargaku menuntut pewaris. Jika aku tidak memiliki anak dalam satu tahun, seluruh kekayaan Voss akan jatuh ke tangan paman-pamanku yang serakah."

 Kael mengerutkan kening. "Lalu? Kau ingin aku melakukan apa? Mencuri bayi?"

"Tidak," Adrian tersenyum tipis, sebuah senyum yang menyimpan rahasia gelap. "Aku ingin kau menjadi 'pengganti' di ranjang pernikahanku. Aku ingin kau menghamili istriku, Elena."

 Jantung Kael—yang tadinya nyaris tidak berdetak—tiba-tiba berdenyut kencang. Ia tahu siapa Elena Voss. Wanita itu adalah definisi dari keanggunan. Ia selalu memakai gaun tertutup, bicara dengan nada lembut yang menenangkan, dan memiliki tatapan mata yang seolah menyembunyikan kesedihan mendalam.

 "Kau gila," desis Kael. "Dia istrimu. Dan kau ingin pria lain... monster seperti aku... menyentuhnya?"

 "Bukan sembarang pria, Kael. Kau memiliki gen yang sudah berevolusi. Kau adalah puncak dari eksperimen ini. Anak yang kau hasilkan akan menjadi mahluk yang sempurna," Adrian menepuk bahu Kael. "Lagipula, Elena tidak akan tahu. Kita akan melakukannya di kegelapan. Dia akan mengira itu adalah aku."

 Kael terdiam. Bayangan Elena melintas di benaknya. Aroma tubuh wanita itu yang pernah ia hirup sekilas di sebuah acara penggalangan dana dulu—aroma bunga lili yang bercampur dengan sesuatu yang sangat manis, sesuatu yang kini terasa sangat menggoda bagi sisi vampirnya.

 "Berapa banyak?" tanya Kael akhirnya.

 "Cukup untuk membuatmu dan ibumu hidup seperti raja selamanya. Dan tentu saja, pasokan 'darah segar' yang kau butuhkan akan aku sediakan secara legal."

 Kael menatap tangannya yang berlumuran darah. Ia sudah masuk ke dalam lubang neraka. Tidak ada jalan kembali."Baiklah. Aku terima kontrak ini," ucap Kael dingin.

"Bagus," Adrian tersenyum lebar. "Selamat datang di keluarga Voss, Kael. Mari kita lihat, apakah kau bisa menahan diri untuk tidak menggigit leher istriku saat kau berada di dalam tubuhnya nanti malam."

 Kael tidak menjawab. Namun jauh di dalam lubuk hatinya, ada sesuatu yang bangkit. Bukan hanya rasa haus akan darah, tapi sesuatu yang lebih primitif. Rasa haus akan memiliki wanita itu sepenuhnya.

 Malam itu, di bawah langit Arvendale yang mendung, Kael Donovan resmi menandatangani kontrak dengan iblis. Ia tidak tahu bahwa Elena Voss menyimpan

rahasia yang jauh lebih besar, dan bahwa dirinya hanyalah bidak dalam permainan yang melibatkan nyawa, cinta, dan kutukan darah abadi.

 Langkah kaki Kael meninggalkan ruang mayat, menuju mansion mewah keluarga Voss yang akan menjadi saksi bisu dari pengkhianatan paling intim yang pernah ada.

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
6 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status