Seluruh ruang operasi itu mendadak membeku, seolah waktu telah berhenti berputar hanya untuk menyaksikan eksistensi yang baru saja terlahir ke dunia. Bayi itu terbaring di atas meja operasi, tubuh mungilnya tidak mengeluarkan suara tangisan sedikit pun, ia tidak bergerak gelisah layaknya bayi normal. Ia hanya terdiam, menatap lurus ke arah Kael dengan iris mata merah keemasan yang berkilat tajam dan penuh akan kedalaman misterius.Kael merasa napasnya tertahan di tenggorokan, ia menatap anaknya dengan tatapan yang sulit diartikan oleh siapa pun. Tidak ada rasa takut di hati Kael, tidak ada kewaspadaan seorang predator terhadap mangsanya, yang ada hanyalah gelombang perlindungan yang luar biasa besar. Ia menyentuh jemari mungil bayi itu dengan jari telunjuknya, dan sebuah sensasi listrik yang sangat halus menjalar di sekujur tubuhnya."Itu... dia anak kita, Elena," ucap Kael dengan suara yang sangat rendah, hampir seperti bisikan suci di tengah reruntuhan.Elena, yang masih terbaring le
اقرأ المزيد