Di luar ruang VVIP, Ghea melipat tangan di dada dan menatap gadis itu tajam. "Secara teknis, aku tidak punya hak untuk mencampuri urusanmu, dan aku juga tidak berminat. Tapi kamu toh anak dari Hardi. Begitu melihat hal seperti ini, aku tidak bisa pura-pura buta. Kamu itu masih di bawah umur, apa kamu sadar?""Kakak..." Siska menunduk, bersuara lirih. "Bisakah Kakak tidak memberitahu Papa soal ini?""Tidak bisa!" balas Ghea blak-blakan, lalu bertanya penasaran, "Sebenarnya kenapa kamu sampai bisa ke sini?"Siska mengerucutkan bibir, bimbang sejenak sebelum mengaku, "Aku mau cari uang buat bayar utang Papa ke Kakak. Lagi pula, waktu keluarga kami liburan kemarin, uang kami habis, jadi aku nekat datang ke sini coba cari tambahan buat belanja rumah."Mendengar itu, Ghea sungguh menyesal sudah bertanya!"Orang tua macam apa mereka, kenapa malah kamu yang turun tangan membereskan kekacauan mereka? Uang bukan urusan yang harus kamu pusingkan. Kamu itu masih pelajar, fokus saja belajar yang b
Read more