Arishen Mahendra duduk bersama Ghea Paramita lalu memperkenalkannya, "Ini istriku, Ghea Paramita.""Halo, semuanya." Ghea menyapa semua orang dengan anggun dan percaya diri.Kemudian, Arishen mulai memperkenalkannya kepada orang-orang yang hadir satu per satu, dan Ghea pun menyapa mereka sesuai sapaan yang pas.Terakhir, ia memperkenalkan Fiona, "Ini putrinya Pak Tedi, Fiona."Ghea menatap gadis itu; wajahnya cantik, manis, dan menyenangkan.Fiona tersenyum padanya, "Halo, Tante Ghea!"Aruna menyenggolnya dari samping. "Kenapa panggil 'Tante'? Panggil 'Kakak Ipar' saja. Tidak usah memusingkan urusan silsilah; memanggilnya 'Tante' justru bikin dia kelihatan tua."Fiona mengelus lengannya lalu berkata patuh, "Halo, Kakak Ipar!"Sebenarnya Ghea juga enggan dipanggil 'Tante'. Ia melemparkan senyuman penuh terima kasih kepada adik iparnya, lalu menyapa Fiona dengan sopan, "Halo.""Tedi, apa ini tidak mengacaukan silsilah panggilan?" seru seseorang.Pak Tedi menukas, "Biarkan anak-anak muda
Read more