"Aku butuh bantuanmu, Pak Hendra," ujar Arka sambil meletakkan map di atas meja kerja dan menatap pria tua itu dengan wajah serius. Pak Hendra mengangkat alis lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Kalau sampai kamu datang sepagi ini, berarti masalahnya besar," kata Pak Hendra sambil melipat tangan di dada dan memperhatikan Arka lekat-lekat. "Ini soal arsip medis Amara," jawab Arka sambil mengusap wajahnya pelan. "Ada terlalu banyak hal yang tidak masuk akal." Pak Hendra langsung terdiam beberapa detik. Wajahnya berubah serius. Ia tahu nama Amara bukan nama yang akan disebut Arka tanpa alasan penting. "Masih menyelidiki perceraian itu?" tanya Pak Hendra sambil memiringkan kepala. Arka mengangguk pelan. "Semakin aku mencari, semakin banyak yang hilang," jawab Arka sambil mengetuk meja dengan jari telunjuknya. Pak Hendra menghela napas panjang lalu membuka laci mejanya. Ia mengambil kartu nama lama dan mendorongnya ke arah Arka. "Coba temui orang ini," ujar Pak Hendra sam
Read more