Ailin, Linira, dan Luderin terkejut. “Apa?” Mereka saling menatap dengan tatapan bingung. “Tuan, kenapa Ibuku harus menyerahkan kunci gudang harta? Ibuku adalah pengawas harta Hideria, tidak mungkin menyerahkan kunci itu pada anda,” bela Linira, jelas tidak mau kalau sampai Ibunya tidak punya kunci gudang harta itu. Tangan kanan raja menatap Linira dengan tatapan sinis lalu membalas, “Kau mau protes? Datanglah ke istana dan lakukan itu secara langsung. Ibumu cuma orang lain menurut silsilah keluarga, tidak memiliki hak untuk mengatur tentang harta keluarga ini.” Benar-benar bingung, Ailin masih harus mempertahankan kunci itu. Ia menatap Luderin yang juga nampak terkejut, meminta kepada pria itu untuk membujuk Suran, meminta agar gadis itu menghentikan tangan kanan raja. Luderin langsung mendekati Suran, berbisik dengan nada membujuk. “Suran, kenapa kau diam saja? Ibumu sedang dalam masalah, ayo bantu dia.” Mendengar itu, Suran pun tersenyum tipis, tapi hanya sebentar se
Last Updated : 2026-06-30 Read more