Setelah Luderin kembali dengan tangan yang masih agak basah, semua hidangan sudah tersedia, khusus untuk menyambut pria itu. Suran tersenyum, “Makanan sudah siap, cepat duduk dan nikmati dengan nyaman.”Linira tersenyum begitu lembut. “Kak, semoga hidangan kali ini membuatmu puas ya?”Luderin menganggukkan kepalanya. Mereka semua pun menikmati hidangan itu. Sepanjang acara penyambutan itu yang lebih banyak bicara pada Luderin adalah Linira, sementara Suran hanya mengamati tanpa bicara. “Sial. Kenapa aku dulu begitu buta hingga tidak bisa melihat dengan jelas semua ini?”Hingga akhirnya Linira bangkit, menuangkan teh yang masih hangat, menyodorkan pada Suran. Dengan senyuman yang nampak begitu perhatian Linira berkata, “Kak, sebentar lagi kau akan menikah dengan Kak Luderin, anggap saja ini sedikit bukti baktiku padamu.”Suran mencengkram jemarinya sendiri. Di kehidupan sebelumnya, gara-gara teh itu kesucian Suran ternodai oleh seorang gelandangan yang datang entah dari mana. Namu
最終更新日 : 2026-05-21 続きを読む