Salsa akhirnya naik ke lantai dua bersama sang suami, sementara anak-anaknya juga bersiap-siap untuk makan malam bersama di luar karena sang papa mengajak mereka makan malam di luar.“Apa sebaiknya ditunda aja saya ke rumah sakitnya lusa, biar aku bisa anterin?” ucap Nathan, berharap istrinya mau menunda sehari untuk datang ke rumah sakit.“Nggak bisa dong, Sayang. Kan dokter spesialis ini cuma ada besok. Udah, nggak apa-apa, Sayang. Aku sendiri aja. Nanti juga bakalan dapat video USG-nya. Tenang aja, aku bukan istri yang manja,” jawab Salsa.“Tapi aku merasa bersalah aja, Sayang. Apa aku nggak usah kunjungan proyek aja, ya?” gumam Nathan.“Jangan dong, Sayang. Itu kan masa depan kamu ada di sana. Kamu kerja aja. Cuma USG doang, kok. Lagian, aku nggak ada keluhan apa-apa. Ngidam juga udah nggak. Anak kita juga bergerak aktif dalam perutku. Nggak apa-apa, kita bulan depan aja barengannya. Besok biar aku aja. Lagian, setelah dari rumah sakit, aku ada janji juga sama Alea, mau nganterin
Ler mais