“Pa,” panggil Alea. Wajah sang papa sangat pucat karena belum memejamkan mata semenit pun sejak mamanya diculik. Alea memeluk Papanya dengan erat. Bahunya bergetar hebat dalam dekapan sang papa. Nathan bahunya memang tidak bergetar, tapi sang anak bisa merasakan punggung basah dan sudah pasti sang Papa sedang menangis. “Sopir sudah jemput grandma dan Grandpa ke bandara. Kondisi grandma baik-baik saja. Hanya sedihnya gak bisa ditutupi,” jelas Alea setelah mendapatkan telepon dari tuan Abimanyu mengenai kondisi Nyonya Abimanyu. Nathan mengangguk, “papa titip adik-adik, ya,” ucapnya.Alea kembali mengangguk, “iya, Pa. Papa jaga diri baik-baik ya. Bawa Mama pulang dalam keadaan sehat,” sahutnya. Alea mengusap sudut matanya yang masih meneteskan air mata. Dia tidak ingin menambah beban pikiran sang papa. Sementara itu, Nathan langsung masuk ke dalam kamar utama karena si kembar sedang terlelap di sana. Dia mencium kening kedua anak kembarnya sangat lama. Dan berharap Tuhan mengizinkan
Ler mais