Pintu Presidential Suite terbuka.Dari dalam, suara TV menyambut. Dan itu suara yang tidak bisa disalahartikan bagi siapa pun yang pernah mendengarnya: efek suara pertarungan, logam beradu, napas yang berat, musik latar yang tahu bagaimana cara membuat detak jantung ikut naik.Rex duduk di sofa dengan postur yang tegak, sedikit ke depan, kedua tangan di lutut, dengan ekspresi di wajah kecil itu yang jauh dari ekspresi anak empat tahun.Dia tidak menoleh ketika pintu terbuka.Caelan menutup pintu di belakangnya, melepas jasnya, menggantungnya di kait dekat pintu. Lalu melangkah ke sofa, duduk di sebelah Rex, dan menatap layar.Di layar, dua sosok bergerak dalam pertarungan yang melampaui batas dari apa yang seharusnya bisa dilakukan oleh tubuh manusia—tapi itulah gunanya animasi, untuk membawa yang tidak mungkin ke dalam gambar yang bergerak.Tokoh utama dan villain berdiri berhadapan di atas runtuhan yang sudah tidak punya bentuk aslinya, di bawah langit yang sudah dirobek oleh energi
Mehr lesen