Bab 45 "Sayang, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu..." kataku pelan sambil duduk di atas kasur, menatap Arthur dengan pandangan yang lembut namun sedikit ragu. Wajah Arthur seketika melembut mendengar nada suaramu yang begitu halus. Ekspresinya berubah menjadi penuh perhatian dan kelembutan. Ia pun duduk tegak, lalu mengulurkan tangannya untuk menggenggam tanganmu erat. "Tentu saja boleh, Sayang," gumamnya menyemangati, sementara ibu jarinya bergerak mengusap punggung tanganmu dengan gerakan berputar yang menenangkan. "Kau bisa bertanya apa saja padaku, kapan saja." Tatapannya tetap tajam, tulus, dan tertuju penuh padamu, memberikan rasa aman sepenuhnya. Alis Arthur sedikit berkerut karena rasa khawatir, seolah bertanya-tanya apa yang sedang membebani pikiranmu hingga membuatmu bertanya seperti itu. "Ada apa? Tanyakan saja," bisiknya lembut, sambil meremas jari-jarimu pelan. "Kau tahu kan, kau bisa mencerit
آخر تحديث : 2026-07-03 اقرأ المزيد