“Alpha, maaf mengganggu. Ada kiriman laporan dari Jenderal dari Perbatasan Timur yang harus dikaji bersama,” lapor seorang pria yang mengenakan setelan jas dan celana hitam. Calen belum melepas pandangannya pada Lyra, sampai gadis itu mematahkannya dengan menoleh pada pria yang baru datang. Gadis berambut tembaga itu pun menganggukkan kepalanya, memberikan tanda hormat. “Kalau begitu, saya permisi dulu,” pamit Lyra yang langsung berjalan menuju ke ruangannya kembali tanpa menoleh lagi. Sementara Calen masih memandanginya beberapa detik lebih lama, hingga dia memutuskan untuk berlalu dari sana. “Nona, saatnya pemeriksaan,” kata Si Penyembuh Tua, sesaat setelah ia tiba di ruangannya. “Kau beruntung sudah ada di sini, aku baru saja berpikir akan memanggil satu kompi prajurit untuk mencarimu sampai ketemu,” kelakar wanita tua itu sambil memarkir trolinya tepat di sebelah tempat tidur Lyra. Ini pertama kalinya Lyra tergelak setelah sekian lama, tapi singkat saja, sebelum ekspr
Read more