Pagi itu, atmosfer di Kastel Aristhos terasa berbeda dari biasanya. Matahari utara menyeruak lembut melalui jendela-jendela porselen berukir di aula utama, memantulkan kilau keemasan pada karpet beludru tebal yang membentang luas. Namun, alih-alih diwarnai tawa riang atau langkah kaki mungil yang berlarian menembus koridor, suasana kastel justru dicekam keheningan yang kaku dan formal. Sebabnya jelas, Lady Tatjana Aristhos, putri tunggal penguasa utara yang berusia empat tahun, hari ini dijadwalkan menjalani Pelajaran Etiket Pertama. Thalassa merasa bahwa sudah saatnya sang putri mulai diperkenalkan pada tata krama dasar kebangsawanan. Bagaimanapun juga, Tatjana adalah putri dari seorang Duke berdarah murni. Sifatnya yang terlalu bebas, manipulatif, dan sering kali bertindak sewenang-wenang termasuk menundukkan ayahnya sendiri menjadi seekor kuda perang" bisa menjadi celaan di mata para bangsawan ibu kota jika tidak dibina sejak dini. Untuk tugas berat ini, Thalassa mendatangkan Ma
Magbasa pa