Menjelang siang hari, cuaca di luar kastel mendadak berubah. Langit yang tadinya cerah berangsur-angsur mendung, disusul oleh gemuruh petir pelan di kejauhan yang menandakan badai musim semi akan segera turun. Sesuai kebiasaannya, Kaelen memutuskan untuk mengajak keluarganya menghabiskan waktu di perpustakaan utama, ruangan paling hangat di kastel yang dilengkapi perapian batu besar dan ribuan jilid buku kuno. Di dalam perpustakaan yang luas, Thalassa sedang duduk di sofa panjang bersandar beludru, membaca sebuah naskah kuno tentang sejarah perdagangan di wilayah selatan. Di dekatnya, di atas karpet wol tebal, Tatjana sedang menggelar "wilayah kekuasaannya". Ia dikelilingi oleh belasan mainan kayu, blok bangunan istana, dan tentu saja, boneka beruang kusam yang ia daulat sebagai "suami" bagi ibunya. Kaelen duduk di meja baca kayunya tidak jauh dari sofa, berusaha menyelesaikan sisa laporan perbatasan yang tertunda semalam. Namun, konsentrasinya terpecah seketika saat ia mendengar s
Read more