Perasaan Azalea sudah diliputi cemas dan tidak enak sejak kehadiran Marta di rumah sakit, namun ia tidak ingin berpikir macam-macam saat ini. Fokusnya sepenuhnya tercurah untuk mendiang Dina yang kini harus segera dimakamkan. Meski Azalea sebatang kara, untung saja proses pemakaman berjalan lancar karena dibantu oleh banyak pihak, termasuk beberapa teman sekolah yang datang melayat. Marvel dan Marta bahkan ikut mendampingi hingga seluruh proses pemakaman selesai. Bisa dibilang, pasang suami istri itulah yang paling banyak membantu mengatur segala keperluan administrasi dan pemakaman. Kini, Azalea didampingi oleh Jeje, masih duduk bersimpuh di dekat gundukan tanah yang masih basah itu. Azalea tidak lagi menangis, karena sejak tadi terus terisak, air matanya seolah sudah habis tak bersisa. Ia hanya diam termenung, menatap sendu taburan bunga segar di depannya. "Kamu pasti bisa bertahan dan menghadapi semuanya. Kamu tidak sendiri kok, masih ada aku," bisik Jeje coba menenan
続きを読む