Zayn melepas gandengan tangannya, melangkah lebih dulu lalu duduk. Sementara itu, Azalea tidak bisa mengalihkan tatapannya dari pemandangan di luar gedung.Ternyata, suasana kota di malam hari terasa begitu indah jika dilihat dari tempatnya berdiri saat ini."Wah, Zayn, indah banget," gumamnya dengan mata berbinar-binar.Tingkahnya tak sekadar kagum—mungkin terkesan sedikit udik dan norak. Namun, Zayn tidak melarangnya untuk berhenti. Pemuda itu justru tersenyum, meski ada selipan cibiran dan rasa geli di balik senyumannya."Lea, masih banyak yang harus kamu coba. Bagaimana dengan menu di restoran ini, tidak ingin mencobanya?"Azalea menoleh. Ia melihat seorang pelayan datang membawa pesanan Zayn dan menatanya rapi di atas meja. Bukan hanya menunya yang tampak menggugah selera, tetapi suasana yang tercipta di sana pun terasa begitu romantis dan hangat.Gadis itu berdeham. Senyumnya tak luntur sejak tadi, seolah pengalaman pertama ini sangat menyenangkan—meski dinner romantis in
اقرأ المزيد