Tepat pukul sepuluh pagi, matahari sudah berada cukup tinggi untuk menyinari setiap sudut drama yang sedang berlangsung di halaman depan Villa Lilithana. Saat Rayden dan Arsenia bersiap untuk berpamitan pada Alden dan Sera, suasana dibuat sedramatis mungkin oleh Arsenia. Ia memeluk Sera, ibunya, sambil terisak-isak sesenggukan, seolah-olah ia tidak akan pindah ke apartemen mewah di pusat kota, melainkan akan diasingkan ke planet Mars yang gersang dan tidak berpenghuni."Ma... jaga diri baik-baik ya... Kalau aku kumat di sana, siapa yang akan mengelus dadaku sampai aku tenang?" rintih Arsenia dengan nada yang dibuat semenyedihkan mungkin, lengkap dengan bahu yang berguncang seirama dengan irama lagu duka. Padahal, jarak antara apartemen mereka dengan villa ini hanyalah dua puluh menit berkendara—dan itu pun jika mereka terjebak macet total.Callista, yang berdiri dengan santai di samping Alden sambil menyilangkan tangan di dada, mendadak merasakan geli yang luar biasa di perutnya. Ia m
อ่านเพิ่มเติม