Malam itu, ruang makan kediaman Regan disulap menjadi zona perang gastronomi. Alih-alih menyajikan hidangan yang elegan dan tenang, mereka memutuskan untuk mengadakan pesta hotpot. Asap mengepul dari panci besar di tengah meja, menyelimuti ruangan dengan aroma kaldu rempah yang menggoda. Namun, bagi para penghuni meja, hotpot ini bukan sekadar urusan perut; ini adalah instrumen perang psikologis.Regan, dengan ketelatenan seorang pelayan istana yang telah berlatih selama sepuluh tahun, secara otomatis mengambil alih posisi di samping Callista. Ia mengabaikan panci itu sendiri dan memfokuskan seluruh energinya pada "proyek" bernama Callista. Dengan gerakan yang begitu halus hingga hampir tampak seperti koreografi tari, ia meracik saus wijen dengan rasio yang sempurna, memotong daging wagyu kualitas A5 dengan presisi bedah saraf, dan kemudian, dengan satu gerakan sumpit yang sangat terlatih, ia menyuapi Callista seperti sedang memberi makan seorang ratu yang sedang dalam masa
Read more