Sesampainya di rumah, Villa Lilithana terasa seperti rumah hantu yang baru saja ditinggal penghuninya pindah karena bangkrut. Callista melangkah masuk tanpa menyapa satu pun pelayan, wajahnya datar seperti papan pengumuman sekolah. Ia langsung mengunci diri di kamar dengan gaya ala agen rahasia yang baru saja menyelesaikan misi pembunuhan.Di luar kamarnya, suasana mendadak berubah menjadi reuni keluarga paling canggung dan cringe dalam sejarah jagat raya. Rayyan, Rayden, dan Regan—tiga pria yang biasanya sibuk dengan ego masing-masing—kini duduk melantai di lorong, menunggu dalam keheningan yang menyesakkan, seperti sedang menunggu antrean sembako yang tak kunjung tiba.Hanya Xayyan yang masih berdiri di depan pintu kamar Callista. Ia gemetar hebat, bukan karena kedinginan, tapi karena rasa bersalah yang sudah mencapai level maksimal. Setiap kali ia teringat suara tamparan tangannya yang mendarat di pipi adiknya, tangannya terasa seperti terbakar oleh api neraka."Callista... ini Xay
Read more