Villa Lilithana telah resmi berubah menjadi museum kegilaan yang memamerkan betapa tipisnya batas antara kemewahan dan gangguan jiwa. Para pelayan, yang seharusnya bekerja dengan tenang, kini berlarian ke sana kemari seperti atlet lari estafet kelas dunia demi memenuhi ambisi Arsenia yang menginginkan pernikahan ini lebih mewah daripada pernikahan kerajaan Inggris, bahkan mungkin lebih mewah daripada pernikahan para dewa di mitologi Yunani. Katalog katering yang tebalnya seperti kamus bahasa Inggris setingkat profesor sastra berserakan di meja ruang tamu, sementara sampel kain brokat seharga gaji tahunan seorang manajer menengah bergelantungan di setiap sudut ruangan, membuat villa itu terlihat seperti gudang kain yang mengalami krisis identitas.Di ruang kerja utama, Alden dan Sera terjebak dalam diskusi yang seharusnya disebut transaksi dagang, bukan diskusi pernikahan. "Ini tentang stabilitas saham, Alden," ujar ayah Rayden dengan nada yang sangat kaku, seolah-olah ia sedang membah
Read more