"Sayang, Reygan dan Elara sudah datang?" Seru Zheydan, melangkah masuk ke dalam rumah dan melonggarkan ikatan dasi di lehernya. Suaranya yang berat memantul di dinding lorong rumah yang megah itu. Kinan, yang sedang sibuk menyusun piring camilan untuk menyambut kedatangan para tamu di taman belakang, tentu saja tidak mendengar panggilan suaminya. "Papi, isch hei cho!" [Papi, sudah pulang!]seru Yara gembira, anak gadis Zheydan dan Kinan yang baru berusia sepuluh tahun, berlari kecil menghampiri ayahnya dari arah ruang keluarga. "Hoi Schatzi, wo isch d’Mami und diin Brüeder Alexander?" [Halo sayang, dimana mami dan Kakakmu Alexander?]tanya Zheydan dengan senyum hangat, langsung berlutut untuk mendaratkan ciuman lembut di kedua pipi putri kecilnya. "Mami di taman belakang bersama Kak Kaelia, Om Reygan, Om Lingga, tante Elara dan tante Vanda. Kalau Kak Alex sedang di kamarnya bersama Levin," jawab Yara polos. Zheydan menaikkan sebelah alisnya. "Hanya Kaelia dan Levin? Lalu
Huling Na-update : 2026-09-11 Magbasa pa