Lingga melangkah maju mendekati adiknya. Tanpa mempedulikan suasana haru yang baru saja tercipta, ia menarik kasar jemari Kinan agar terlepas dari genggaman Zheydan. Matanya menyala penuh amarah saat menatap tajam ke arah laki-laki itu. "Keluar dari kamar ini! Aku akan buat perhitungan denganmu di luar!" ucap Lingga tegas, memutar tubuhnya dan berjalan lebih dulu ke arah pintu kamar ICU. "Bang! Bang Lingga, jangan marah sama Zheydan! Dia tidak salah, dia hanya—" Kinan mencoba menahan langkah kakinya, merengek panik seraya menatap Zheydan dengan mata berkaca-kaca. "Hei, tenang saja," potong Zheydan lembut. Pria Swiss itu melangkah mendekat, mengabaikan tatapan membunuh dari Lingga, lalu mengusap lembut pipi Kinan untuk menenangkan ketakutannya. "Kakakmu hanya ingin bicara sebentar denganku. Percayalah padaku." Pemandangan itu seketika membuat rahang Lingga mengeras kaku. Ujung matanya berkedut menahan emosi yang siap meledak. Reygan bangkit berdiri dari sisi ranjang Zhela
Last Updated : 2026-08-14 Read more