"Tidak, Elara, lihat aku!" Reygan menangkup kedua pipi Elara, memaksa mata wanita itu menatap langsung ke dalam manik matanya."Satu lagi, Sayang. Hanya satu lagi. Aku mohon, berjuanglah sekali lagi untuk anak kita." Jemari Reygan yang saling bertaut erat dengan jemari Elara menyalurkan sisa energi terakhir. Elara memejamkan mata rapat-rapat, mengambil napas panjang yang bergetar, dan menarik dorongan terdalam dari dalam dadanya. Jeritan panjang kembali terdengar, dan beberapa detik kemudian— Oeeekkk! Oeeeekkk! Suara tangisan bayi kedua bersahut-sahutan dengan tangisan bayi pertama, menciptakan harmoni paling indah yang pernah didengar Reygan sepanjang hidupnya. "Bayi kedua, perempuan! Selamat, Tuan dan Nyonya, bayi kembar kalian lahir dengan selamat dan sempurna!" Tubuh Elara seketika terkulai lemas, napasnya tersengal-sengal, namun senyum bahagia yang sangat tulus terukir di bibirnya yang pucat. Dokter meletakkan kedua bayi mungil yang telah dibersihkan sejenak di
Huling Na-update : 2026-09-06 Magbasa pa