"Cantik, pintar, sama-sama luar biasa. Benar-benar pasangan sempurna!""Orang sebesar Pak Marshel sampai datang sendiri menjemput istrinya, romantis banget sih."Suara-suara itu tidak pelan, terus masuk ke telinga Gladys, membuatnya mau tak mau teringat sesuatu.Selama tujuh tahun pernikahan, pernahkah Marshel mengantar atau menjemput dirinya? Pernahkah dia menghadiri acara publik bersamanya? Pernahkah dia memberinya status resmi di depan orang-orang?Memang tidak pernah.Sekarang, Gladys justru melihat Marshel memberikan semua perlakuan istimewa itu kepada wanita lain.Dari sudut matanya, Ingrid melirik Gladys yang hanya bisa berdiri di samping dan menyaksikan semuanya. Menghadapi pertanyaan soal dirinya sebagai Nyonya Ruswandi, dia tidak membantah sedikit pun. Dia hanya tersenyum lembut memandang Marshel yang berjalan menghampirinya.Saat bertemu senyuman elegan Ingrid, sudut bibir Marshel sedikit terangkat sebagai balasan.Seorang gadis muda langsung menutup wajahnya sambil berseru
Read more