Mendengar kalimat itu, Gladys pun tak kuasa menyunggingkan senyum tipis. Benar-benar ucapan yang mudah membuat orang berimajinasi. Benar saja, begitu Ingrid mengatakannya, seseorang langsung menangkap maksudnya."Kalau begitu, apakah kabar baiknya sudah dekat? Sudah ada rencana punya anak?"Ingrid tersenyum manis, lalu berkata dengan nada malu-malu, "Jangan goda kami terus."Setelah itu, dia melirik Gladys seolah tanpa sengaja."Belakangan ini pekerjaanku sedang sangat sibuk. Mungkin kalian belum tahu, aku membuka tim proyek sendiri di Prosper, jadi aku harus benar-benar fokus mengurus pekerjaan. Untuk urusan pribadi, belum terburu-buru. Orang di sisiku juga bisa memakluminya."Orang-orang di sekitarnya kembali melontarkan decak kagum. Mereka langsung memahami maksud tersirat dalam ucapan Ingrid."Pak Marshel benar-benar baik sama Bu Ingrid. Apa pun selalu mengutamakan Bu Ingrid.""Kalau dipikir-pikir, justru karena hubungan mereka begitu baik, Bu Ingrid bisa tanpa ragu mengutamakan ka
Read more