Indah tanpa sadar menoleh ke arah Gladys. Saat pandangannya bertemu dengan mata Gladys yang tulus dan penuh kesungguhan, hatinya menghangat. Dia menggenggam lembut tangan Gladys."Ya, cepat atau lambat dia pasti akan pulang. Waktu cucuku lahir, aku sampai meminta dibuatkan liontin pelindung dari batu giok hijau terbaik untuk dipakaikannya. Benda itu akan melindunginya agar selalu selamat dan sehat."Sejak kecil, Gladys memang akrab dengan berbagai barang antik dan batu giok. Di toko barang antik Keluarga Haryono, dia sudah melihat berbagai jenis liontin giok pelindung."Liontin giok pelindung?" tanya Ingrid.Entah Indah mendengarnya atau tidak, dia hanya menghela napas, lalu berdiri. "Kalian lanjut ngobrol saja."Ekspresi Ingrid langsung sedikit menegang. Apa Indah kebetulan tidak mendengar ucapannya?Indah melambaikan tangan kepada Verrel. "Kemari sebentar."Mana mungkin Verrel berani menolak. Setelah ikut keluar, dia berkata tanpa daya, "Nek, bagaimanapun Ingrid datang bersama Marshe
Read more