Gladys tertawa pelan dan tatapannya dipenuhi ejekan yang tidak ditutupi sedikit pun. "Kamu nggak mau bermusuhan dengan Marshel, tapi kamu juga tertarik padaku. Jadi, kamu pilih merendahkan, mengatur, dan permalukan aku agar aku mulai meragukan diriku. Pak Vincent, apa gunanya?"Dia mengembalikan ucapan Vincent dan bahkan dengan cara yang membuat pria itu jauh lebih kehilangan muka.Vincent tertegun dan kedua matanya terpaku pada wajah Gladys yang sangat cantik. Namun, ekspresi Gladys tidak terlihat genit, yang ada hanya tatapan yang dingin dan tajam. Tatapan itu seperti menusuk langsung ke jantungnya hingga berdebar, bahkan kedua pipinya pun mulai terasa panas. Dia belum pernah melihat wanita seperti ini ...."Gladys, kamu ...." Entah mengapa Vincent menjadi terbata-bata dan kata-kata kasar yang tadi ingin diucapkannya pun tiba-tiba tidak bisa keluar.Gladys tersenyum, tetapi senyuman itu justru membuat orang tanpa sadar ingin menghindar. "Pak Vincent, aku sangat nggak suka orang bodoh
Read more