Marshel menoleh dan melirik sekilas, sama sekali tidak mengganggu Gladys.Mereka kembali ke rumah pernikahan mereka. Rita juga ada di sana. Entah sejak kapan, Marshel ternyata sudah menyuruh seseorang untuk menunggu di sana.Orang itu membawa beberapa dokumen kontrak yang tebal. Gladys terkejut. Semuanya sudah disiapkan?"Bisa tunggu aku sebentar?" Marshel melepas jasnya, lalu berkata kepada Gladys, "Aku perlu ganti perban."Tanpa sadar, pandangan Gladys beralih ke punggungnya. Luka waktu itu ternyata belum sembuh? Padahal kejadian itu sudah cukup lama.Rita segera berkata, "Biar Nyonya saja yang bantu Tuan. Nyonya pernah jadi dokter IGD, jadi pasti sudah berpengalaman."Gladys mengalihkan pandangannya. "Banyak orang lain yang bisa mengurusnya. Dia boleh telepon Ingrid. Calon istrinya itu pasti akan melakukannya dengan senang hati."Bagaimanapun, dulu Ingrid yang merawat Marshel siang dan malam. Urusan mengganti perban tidak ada hubungannya lagi dengannya. Kalau sudah bercerai, mereka
Read more