“Sial! Apa yang baru saja aku katakan?!”Kyle termangu di ruang tengah. Sedangkan, di dalam kamar yang terkunci rapat, Arabella duduk di tepi ranjang dengan dada yang masih berguncang pelan. Usai menyapu sisa air matanya, ia meraih ponsel di atas meja dan mencari kontak pengacara kepercayaan keluarganya. Tanpa ragu sedikitpun, Arabella mendial nomor tersebut.“Halo, Pak Baskara,” sapa Arabella, berusaha membuat suaranya terdengar setenang mungkin meski sedikit serak.“Selamat siang, Nona Arabella. Ada yang bisa saya bantu?” sahut suara di ujung telepon dengan nada profesional dan hangat.“Soal dokumen gugatan perceraian yang saya minta kemarin… apakah sudah selesai dibuat?”“Sudah, Nona. Semua draf dokumen dan berkas pendukungnya sudah selesai disiapkan sejak kemarin sore. Tinggal menunggu tanda tangan dari Nona Arabella saja.”Arabella menghela nafas lega, seolah beban berat di pundaknya sedikit terangkat. “Terima kasih, Pak Baskara. Bisakah kita bertemu besok pagi di kantor B
Last Updated : 2026-07-24 Read more