“Aku ingin melupakan semuanya malam ini.”Arabella menatap sayu pada pria yang baru saja berdiri di hadapannya. Tatapannya kabur oleh alkohol, namun ia bisa merasakan aura memikat yang menguar kuat dari sosok pria itu.Ren tersenyum. Tanpa ragu, ia meraih jemari lentik Arabella, membawanya ke depan bibir, dan mengecup punggung tangannya dengan kelembutan yang disengaja.“Dengan senang hati aku akan membuatmu melupakan semuanya, Tuan Putri,” bisik Ren.Tanpa membuang waktu, Ren menuntun Arabella keluar dari riuhnya musik diskotik. Langkah Arabella yang sudah mabuk berat limbung dan sempoyongan. Melihat wanita itu hampir terjatuh, Ren dengan sigap menyelipkan satu lengannya di bawah lutut dan lengan lainnya di punggung Arabella.Di sudut ruangan, beberapa rekan kerja Ren hanya bisa berdecak kagum.“Padahal dia datang paling terakhir, tapi dia yang pulang duluan,” gumam seorang pria sambil menggelengkan kepala.“Dia memang terlahir dengan bakat itu. Pria penghibur kelas atas,” s
Terakhir Diperbarui : 2026-05-18 Baca selengkapnya