Maverick pulang dengan kondisi basah kuyup. Badannya menggigil, hembusan napas dari mulutnya menghasilak kepulan asap tipis, menandakan jika tubuhnya sudah begitu kedinginan.Tanpa kata, tanpa permisi, pria itu berjalan melewati ruang tamu. Bahkan Maverick melewati Mbok Rumi begitu saja, seolah wanita paruh baya itu tak kasat mata.Ya, Mbok Rumi setia menunggu Sang Tuan kembali setelah dia melihat Maverick pergi dengan raut wajah yang Mbok Rumi tahu tidak baik-baik saja. Wanita itu tak tahu apa yang salah, tapi setidaknya dia merasa harus menunggu kepulangan Maverick dan memastikan pria itu baik-baik saja."Tuan," panggilnya. Benar saja dugaannya, ada yang tidak beres. Jangankan memanggil atau menyapanya, sekadar menatap saja Maverick tidak melakukannya.Saat panggilan itu menggema, Maverick berhenti. Perlahan kepalanya menoleh ke arah sumber suara, senyumnya terulas tipis dan berkata, "Mbok pulang saja, sudah malam," ucapnya, setelah itu Maverick kembali berbalik."Tuan baik-baik saj
Read more