Byan yang sedang memegang cangkir kopinya langsung tersenyum mengenang masa itu. "Iya, ampun, padahal aku sudah janji mau nonton. Begitu aku pulang dari luar kota, itu piala langsung ditaruh di depan pintu kamar ku, tapi dianya ngambek enggak mau keluar kamar seharian.""Ah, Ayah, itu kan waktu Adit masih kecil," rajuk Aditya, mencoba membela diri meski matanya berbinar senang merasakan kehangatan memori masa lalunya diungkit kembali."Tapi ngambeknya membawa berkah, Le," sahut Pakde Broto dengan nada bangga yang tak bisa disembunyikan. "Siapa sangka bocah yang nangis gara-gara bapaknya dinas luar kota itu, sekarang gedenya malah jadi arsitek hebat. Enggak tanggung-tanggung, dapet penghargaan tingkat nasional tiga tahun berturut-turut!""Bukan cuma nasional, Mas Broto," potong Bude Ningsih bersemangat sembari menyodorkan piring buah. "Terakhir kemarin tingkat ASEAN sebagai arsitek terbaik!”“Bayangkan, ponakan kita in
Read more