"Alhamdulillah, akhirnya anak itu bergerak cepat juga. Berarti lokasinya di rumah orang tua Nadia yang di Jakarta sini, kan?" tanya Byan memastikan, memastikan dia tidak salah tangkap mengenai domisili calon menantunya."Iya, Yah, di Jakarta sini semua. Makanya, karena jaraknya dekat dan kita semua ada di satu kota, siang ini kita harus langsung data siapa saja keluarga yang mau kita ajak.” “Kita tidak bisa datang dengan rombongan kecil, paling tidak harus sekitar dua puluh orang yang ikut agar terlihat pantas," ucap Ima, langsung mengambil pulpen untuk bersiap menulis di atas meja kerjanya.Byan mengetukkan jemarinya di meja kantor, mulai menimbang-nimbang formasi saudara-saudaranya."Dua puluh orang ya, Bu? Berarti kita harus mengajak seluruh jajaran kakak dan adik kita beserta pasangan mereka masing-masing. Kalau dari pihak Ayah, Mas Broto sebagai yang paling tua wajib ikut untuk mewakili berbicara. Lalu Mbak Lastri, Mas Haris, dan Dik Ambar juga harus masuk daftar," usul Byan mul
Read more