Angin malam berhembus kencang, menyapu rambut Emily yang tergerai indah saat ia berdiri bersandar pada pagar pembatas. Mesin yacht mewah itu menderu halus, membelah ombak lautan yang gelap gulita, membawa mereka berlayar semakin jauh meninggalkan pulau pribadi tempat mereka menginap.Di tengah geladak atas yang diterangi lampu-lampu gantung temaram, Nicholas berdiri terpaku. Gelas sampanye di tangannya terasa dingin, namun tatapannya pada sang istri terasa begitu panas dan menuntut."Jadi, kau sengaja menyewa kapal ini di belakangku, meminta staf merahasiakannya selama seharian penuh, lalu membawaku berlayar sejauh ini di malam terakhir kita... hanya untuk makan malam?" tanya Nicholas dengan nada rendah, menyelidiki setiap inci ekspresi wajah istrinya.Emily tersenyum penuh arti. Ia menyesap sampanyenya pelan sebelum menjawab, "Tentu saja tidak, Nicholas. Ini bukan sekadar makan malam perpisahan liburan kita.""Lalu apa? Apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan, Emily? Jika kau meng
Read more