"Nicholas... cukup... aku benar-benar lelah." Emily melenguh pelan, suaranya nyaris terdengar seperti rengekan putus asa. Kedua tangannya yang lemas berusaha mendorong dada bidang pria itu menjauh.Nicholas justru mengabaikan protes istrinya. Bibirnya masih sibuk menyusuri garis bahu Emily, turun untuk mencium daun telinga wanita itu, memberikan sensasi menggelitik yang membuat Emily menahan napas."Ini bahkan belum jam sepuluh malam, Emily," bisik Nicholas serak tepat di telinga istrinya, napas hangatnya menyapu kulit sensitif Emily dengan menggoda."Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan jam, Nicholas!" protes Emily, memiringkan kepalanya bantal untuk menghindari ciuman suaminya. "Aku sudah benar-benar kehabisan tenaga.""Ayolah..." bujuk Nicholas lagi, kali ini tangannya mulai bergerak mengusap pinggang istrinya dengan gerakan pelan yang menuntut. "Kau tahu aku belum puas.""Tidak, Nicholas!" tolak Emily tegas, mengumpulkan sisa-sisa tenaganya untuk menepis tangan pria itu da
Read more