Semburat fajar mulai menyingsing samar di ufuk timur pegunungan, membiaskan pendaran warna keunguan yang sejuk di balik hamparan kabut tebal yang menyelimuti lereng-lereng tebing. Udara pagi yang lembap dan dingin menusuk kulit, membawa aroma embun berpadu dengan sisa-sisa bau jelaga dari pertempuran malam sebelumnya. Di luar celah tebing barat yang terlindung rapat, derap langkah kaki ratusan warga, pengungsi, serta sisa-sisa ksatria dari berbagai divisi utama Ajaran Terbuka mulai berkumpul dalam barisan yang teratur. Berita tentang keberhasilan Pemimpin Pandya menguasai gejolak batinnya, serta bangkitnya wujud utuh Pedang Sakra, telah menyebar cepat dari mulut ke mulut, membakar kembali sisa-sisa semangat bertempur yang sempat redup oleh duka.Di pelataran batu luar tebing yang membentang luas, para pimpinan dan utusan terpercaya dari enam divisi utama Ajaran Terbuka telah berdiri membentuk lingkaran besar. Kedudukan para pangeran dan putri yang memegang komando tertinggi atas divis
Leer más