Langkah kaki di koridor luar masih terdengar samar dan berjarak, memantul pelan di antara dinding beton proyek yang sepi. "Mas... biar aku yang lihat," bisik Eva panik, suaranya nyaris habis didera ketakutan.Eva melangkah cepat menuju ambang pintu. Dengan jemari yang sedikit gemetar, ia memberanikan diri mengintip ke arah lorong luar yang remang-remang. Sepanjang koridor utama tampak lengang. Tidak ada bayangan maupun sosok manusia yang melintas di sana. Eva mengembuskan napas lega yang singkat, lalu membalikkan badan menatap David yang masih berdiri di dalam. "Nggak ada orang, Mas."Tanpa menunggu respon, Eva melangkah cepat menghampiri David. Dengan raut wajah panik, kedua telapak tangan Eva langsung mendarat di punggung pria itu, mendorong tubuh David agar segera bergerak menuju pintu keluar."Mas keluar sekarang," bisik Eva setengah panik, matanya menatap David penuh desakan.David tidak bersikeras menahan posisinya. Pria itu mengalah, menuruti dorongan tangan Eva sambil menya
Leer más