David ikut memajukan tubuhnya sedikit, melemparkan pandangan tajam ke luar jendela, mengamati gerak-gerik pria paruh baya yang berdiri gelisah di samping mobil jemputan Eva."Mas tidak pernah lihat sopir yang itu," ucap David datar. "Mungkin dia sopir baru. Kalau dia baru kerja, dia pasti tidak tahu ini mobil milik siapa."Eva bernapas lega. "Oh, begitu ya? Ya sudah, semoga saja dia benar-benar tidak tahu mobil siapa ini."Eva memutar tubuhnya, tangannya sudah bersiap menyentuh gagang pintu mobil. "Ya sudah, aku pulang dulu ya, Mas.""Iya, hati-hati," balas David pelan.Namun, tepat saat jemari Eva baru saja hendak menekan engsel pintu kabin, pergelangan tangannya mendadak dicengkeram dari samping. Membuat gerakan Eva terhenti seketika.Ia memutar kepalanya kembali, menatap David dengan dahi berkerut halus. "Kenapa, Mas?""Minum itu dulu. Obatnya," tegas David sambil mengarahkan dagunya ke arah botol cokelat yang masih berada di pangkuan Eva."Oh... iya, sampai lupa," gumam Eva cepat.
اقرأ المزيد