Eva bersandar pada kursi makannya, mencoba menahan rasa bosan yang mulai menyerang sejak pertama kali tiba di restoran mewah ini. Di atas meja bundar berlapis kain marun di depannya, deretan sendok dan garpu perak sudah tertata rapi, bersanding dengan gelas-gelas anggur yang masih kosong. Hari ini, Eva akhirnya menurut untuk menghadiri makan malam perjodohan ini. Ia tidak punya pilihan lain setelah melihat kerapuhan sang ayah yang menanggung beban utang budi sedemikian besar. Lagipula, kehadiran David di seberang meja yang bersikap teramat acuh, membuktikan bahwa kebersamaan mereka memang sudah tidak ada artinya bagi pria itu.Tepat di sebelah kanannya, Rian duduk sembari merapikan sedikit kerah jas biru gelapnya. Pria itu sedikit memutar tubuhnya agar bisa terus menatap Eva, lalu melempar sebuah senyuman ramah. "Ternyata aslinya jauh lebih cantik dari yang aku bayangkan," puji Rian."Terima kasih atas pujiannya," sahut Eva memutus aliran antusiasme yang coba dibangun oleh pria di s
Last Updated : 2026-05-21 Read more